Selama instalasi katup kupu-kupu otomatis , masalah permukaan penyegelan adalah salah satu kesalahan umum, yang secara langsung mempengaruhi kinerja dan keandalan katup. Kerusakan pada permukaan perapat atau adanya kotoran menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran. Sebelum pemasangan katup, jika rongga bagian dalam katup tidak dibersihkan secara menyeluruh, kotoran pada cincin penyegel dan pelat kupu-kupu akan mengganggu kerataan permukaan penyegelan saat katup ditutup sehingga menyebabkan kebocoran. Selain itu, penuaan atau kerusakan bahan penyegel juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Bahan penyegel yang umum digunakan seperti karet dan polytetrafluoroethylene dapat secara bertahap kehilangan elastisitas, retak atau pecah setelah penggunaan jangka panjang atau terkikis oleh media kimia, sehingga mengurangi kinerja penyegelan secara signifikan. Pengoperasian yang tidak tepat juga dapat menyebabkan gaya yang tidak merata pada permukaan perapat. Misalnya, menerapkan terlalu banyak tenaga eksternal atau menutup katup dengan tenaga yang berlebihan dapat menyebabkan permukaan perapat berubah bentuk dan mempengaruhi efek penyegelannya.
Kesulitan dalam membuka dan menutup katup merupakan masalah umum lainnya, yang biasanya disebabkan oleh kendor atau rusaknya sambungan antara batang katup dan pelat kupu-kupu, yang akan menyebabkan batang katup tidak mampu menggerakkan pelat kupu-kupu secara efektif untuk berputar, sehingga mempengaruhi pembukaan dan penutupan normal katup. Pembengkokan atau deformasi batang katup sering kali disebabkan oleh benturan selama pengangkutan atau gaya yang tidak merata selama pemasangan. Selain itu, jika tekanan medium terlalu tinggi dan melebihi daya dukung katup, hal ini dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada segel internal dan komponen struktural, yang dapat menyebabkan deformasi atau kerusakan dan mempengaruhi pengoperasian katup. Adanya benda asing di dalam katup juga merupakan faktor umum yang menyebabkan kesulitan dalam membuka dan menutup. Kotoran, partikel atau zat korosif dalam medium dapat masuk ke katup selama pemasangan dan menghambat pergerakan normal pelat kupu-kupu.
Torsi pengoperasian yang berlebihan juga menjadi masalah penting yang perlu diperhatikan selama pemasangan dan penggunaan. Gesekan yang berlebihan antara batang katup dan packing mungkin disebabkan oleh kelenjar packing yang terlalu kencang atau packing yang sudah tua atau rusak. Penuaan packing tidak hanya akan mengurangi kinerja penyegelannya, tetapi juga mempengaruhi kinerja pelumasan dan meningkatkan gesekan antara batang katup dan packing. Gesekan yang berlebihan antara pelat kupu-kupu dan badan katup dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti jarak bebas yang tidak tepat antara pelat kupu-kupu dan badan katup atau kekasaran permukaan pelat kupu-kupu yang berlebihan. Pemasangan katup yang tidak tepat akan menyebabkan gaya yang tidak merata dan meningkatkan torsi pengoperasian. Misalnya, jika badan katup dipasang secara non-konsentris dengan pipa, batang katup akan mendapat hambatan tambahan selama putaran, sehingga semakin meningkatkan kesulitan pengoperasian.
Selain itu, masalah getaran dan kebisingan pada katup juga akan mempengaruhi pengoperasian normal katup kupu-kupu otomatis. Laju aliran sedang yang terlalu cepat dapat menyebabkan benturan dan turbulensi, yang pada gilirannya memberikan gaya tumbukan yang besar pada pelat kupu-kupu, menyebabkan getaran dan kebisingan pada katup. Jika katup tidak dipasang dengan kuat dan ada celah antara katup dan pipa atau peralatan lainnya, resonansi akan terjadi ketika media mengalir, yang selanjutnya memperburuk timbulnya getaran dan kebisingan. Kesenjangan yang tidak rata antara pelat kupu-kupu dan badan katup juga akan menyebabkan gaya yang tidak merata pada pelat kupu-kupu selama putaran sehingga menimbulkan getaran dan kebisingan. Selain itu, pengoperasian yang tidak tepat, seperti membuka atau menutup katup terlalu cepat, akan menyebabkan perubahan aliran media secara tiba-tiba, sehingga menimbulkan benturan dan kebisingan.