Selama instalasi katup kupu-kupu otomatis , pekerjaan persiapan awal sangatlah penting. Pertama-tama, perlu hati-hati memeriksa model dan spesifikasi katup kupu-kupu otomatis yang dipilih untuk memastikan kesesuaiannya dengan sistem perpipaan. Selain itu, pastikan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tampilan katup untuk memastikan apakah komponen utama seperti badan katup, pelat katup, dan batang katup rusak, berubah bentuk, atau berkarat. Sekaligus menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pemasangan, antara lain kunci pas, obeng, gasket penyegel, baut dan mur. Membersihkan lokasi pemasangan untuk memastikan lingkungan bersih dan tidak ada kotoran yang mengganggu proses pemasangan juga merupakan langkah penting untuk memastikan kelancaran pemasangan.
Pada sambungan pipa, pipa harus sejajar dengan ujung flensa katup kupu-kupu otomatis untuk memastikan bahwa kedua permukaan flensa sejajar dan jaraknya seragam. Pada saat ini, gasket penyegel yang sesuai harus ditempatkan di antara flensa, dan bahan paking harus dipilih sesuai dengan karakteristik media yang ditransmisikan untuk memastikan efek penyegelan yang baik. Setelah baut dimasukkan secara merata melalui lubang flensa, mur dikencangkan terlebih dahulu secara manual agar kedua flensa terpasang dengan benar pada awalnya. Selanjutnya, gunakan kunci pas untuk mengencangkan mur secara diagonal secara bertahap untuk menghindari deformasi flensa atau kerusakan paking penyegel karena gaya yang tidak merata. Selama proses pengencangan, torsi pengencangan harus dikontrol secara ketat untuk memastikan sambungan baut kokoh dan kinerja penyegelan yang baik.
Pemasangan dan commissioning aktuator katup kupu-kupu otomatis adalah proses yang disempurnakan. Sesuai dengan jenis aktuator dan persyaratan pemasangannya, aktuator harus dihubungkan dengan benar ke badan katup. Untuk aktuator elektrik, pastikan sambungan antara motor dan batang katup kokoh, dan periksa kelenturan bagian transmisi untuk memastikan tidak terjadi kemacetan. Saat menyambungkan kabel daya dan jalur sinyal kontrol, pastikan untuk mengikuti diagram pengkabelan listrik untuk memastikan keakuratan pengkabelan. Selama fase commissioning, aktuator harus diuji fungsinya secara penuh, termasuk pengoperasian manual dan elektrik, serta pengaturan kayuhan. Periksa kelenturan gerakan aktuator secara manual untuk memastikan pelat katup dapat membuka dan menutup secara normal. Selama pengoperasian listrik, amati apakah kecepatan gerakan dan posisi pelat katup memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan kebutuhan sebenarnya, atur langkah aktuator secara akurat untuk memastikan bahwa katup dapat secara akurat mencapai posisi terbuka penuh dan tertutup penuh.
Debugging gabungan sistem dan pengujian fungsional merupakan tautan penting setelah instalasi selesai. Pada tahap ini, katup kupu-kupu otomatis dihubungkan ke seluruh sistem kendali, dan debugging gabungan sistem dilakukan untuk memeriksa apakah komunikasi antara katup dan sistem kendali normal dan apakah sinyal kendali dapat dikirimkan secara akurat ke aktuator. Saat melakukan uji fungsional, simulasikan kondisi kerja aktual, buka, tutup, dan sesuaikan aliran katup, serta amati kecepatan respons katup, akurasi gerakan, dan stabilitas untuk memastikan memenuhi persyaratan kontrol sistem. Jika ditemukan kelainan selama pengujian, seperti kebocoran, halangan, atau gerakan yang tidak akurat, harus segera diperiksa dan ditangani.